Rapat Koordinasi Brigade Pangan Perkuat Pelaksanaan Program Cetak Sawah Rakyat di Mamasa
MAMASA – Dalam rangka meningkatkan efektivitas pelaksanaan Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) di Kabupaten Mamasa, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa bersama Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Barat menggelar Rapat Koordinasi Brigade Pangan (BP) di Aula Dinas Pertanian Kabupaten Mamasa.
Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh Ketua II Direktur Polbangtan Gowa, Kepala BRMP Sulawesi Barat, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mamasa, Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Kepala Bidang Tanaman Pangan, Koordinator Penyuluh Provinsi, Ketua Tim Kerja Kabupaten, penyuluh pendamping CSR, Babinsa lokasi CSR, serta perwakilan dari lima Kelompok Brigade Pangan.
Melalui rapat koordinasi ini, para peserta membahas berbagai aspek strategis terkait peran Brigade Pangan dalam mendukung keberhasilan Program Cetak Sawah Rakyat, khususnya dalam pengelolaan lahan hasil cetak sawah mulai dari tahap pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan, panen, hingga pemasaran hasil produksi. Salah satu poin penting yang disepakati dalam rapat adalah perlunya penyusunan dan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Brigade Pangan dan petani pemilik lahan CSR.
Kesepakatan tersebut menjadi salah satu persyaratan dalam pengajuan kebutuhan sarana dan prasarana pengelolaan lahan. Bentuk kerja sama yang diterapkan disusun berdasarkan hasil musyawarah dan kesepakatan bersama dengan pembagian tugas yang jelas antara Brigade Pangan dan petani pemilik lahan. Dalam rapat tersebut juga dibahas pengajuan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang harus disesuaikan dengan kondisi geografis Kabupaten Mamasa.
Karakteristik wilayah yang didominasi daerah berbukit dan kondisi lahan yang berlumpur menjadi pertimbangan utama agar alsintan yang diusulkan dapat dimanfaatkan secara optimal di lapangan. Selain itu, rapat koordinasi turut membahas proses pengusulan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) yang akan didampingi langsung oleh penyuluh pada masing-masing wilayah binaan.
Pendampingan tersebut diharapkan dapat memastikan validitas data usulan sekaligus mempercepat pelaksanaan kegiatan di lapangan. Usai rapat koordinasi, Tim BRMP Sulawesi Barat melanjutkan diskusi bersama jajaran Dinas Pertanian Kabupaten Mamasa untuk membahas kesanggupan tanam dan target Luas Tambah Tanam (LTT) bulan Juni.
Pertemuan tersebut juga menjadi forum identifikasi potensi dan kendala di lapangan sebagai dasar penyusunan strategi percepatan tanam guna mendukung pencapaian target produksi pertanian di Kabupaten Mamasa. Melalui sinergi dan koordinasi yang berkelanjutan antar seluruh pemangku kepentingan, Program Cetak Sawah Rakyat di Kabupaten Mamasa diharapkan dapat berjalan secara optimal dan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan produktivitas pertanian serta penguatan ketahanan pangan daerah.(L/MN)